Nissan Motor Co. Dibaca : 229 kali | Komentar: 0 New York, Kamis
Salah satu mobil yang cukup menarik dipamerkan di New York Motor Show yang dibuka hari ini (2/4) adalah Nissan Juke. Crossover atau SUV kompak ini ketika masih konsep dinamai Qazana.
Juke tampil perdana di depan publik awal bulan lalu di Geneve Motor Show 2010. Kendati demikian, Renault-Nissan sudah memperkenalkannya di Paris awal Februari lalu.
Aspek menarik dari crossover ini adalah dimensinya. Ternyata sama dengan Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia ini. Kendati demikian, penampilan Juke macho dengan bodi yang gempal: depan dan belakang kekar.
Dimensi (mm): panjang 4.135, lebar 1.765, tinggi 1.570 dan jarak sumbu roda 2.530. Bandingkan dengan Avanza 4.120, 1.635, 1.695 dan 2.655. Juke lebih lebar dan rendah.
Tak kalah menarik, di Amerika Juke dibandrol di bawah 20.000 dolar AS (Rp 185 juta). Di sini sama dengan Toyota Rush (malah lebih mahal) atau Daihatsu Terios.
Nah, mungkinkah crossover macho ini masuk ke Indonesia? Kalau Nissan Motor Indonesia, tidak memasukkannya, dipastikan importir yang akan menawarkan buat penggemar Nissan atau mereka yang suka terhadap SUV ini. Apalagi mobil ini juga dirakit di Jepang dan akan dipasarkan pada musim panas ini.
Interior Sepedamotor. Selain penampilannya yang menarik dari crossover 5 pintu ini, interior Juke juga punya ciri khas. Terutama jok depan dan konsol boks tengah. Bagian ini dirancang seperti aslinya, berbentuk tangki bensin sepeda motor. Lantas dicat dengan warna kinclong.
Cukup menarik adalah kombinasi warna hitam merah. Kendati demikian, Nissan juga menyediakan warna hitam silver. Tongkat transmisi berada di bagian tertinggi konsol, tuas pemindah gigi yang pendek. Jok diberi lapisan kulit yang berkualitas cukup tinggi.
Di belakang, jok bisa dilipat dengan pembagian 60/40 dan bisa dilipat merata dengan lantai sehingga ruang bagasi bertambah besar.
Perlengkapan. Seperti mobil-mobil masa kini, Juke juga dilengkapi tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin. Setir dengan tombol kontrol audio.
Sedangkan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan sekarang adalah Bluetooth dan koneksi iPod, radio statelit, koneksi audio dengan USB, subwoofer Rockkford Fosgte, sistem navigasi yang dapat memberikan informasi lalu lintas dengan cepat.
Juga ada kamera untuk melihat kondisi belakang dan sunroof. Tambahan keamanan lain, 6 kantung udara yang terdiri dari dua kantung udara depan, samping dan di kaca.
Keamanan aktif yaitu, dilengkapi Antilock Brake System (ABS) dan Vehicle Dynamic Control (VDC). Untuk stabilitas, ditambahi dengan kontrol traksi. Juga ada alat untuk memantau tekanan ban.
Penampilan crossover makin macho dengan ban 17 inci. Tak kalah menarik, dengan konsep desain kupe, gagang (handel) tidak ditempat di panel pintu belakang, tetapi di bagian atas yang menyatu dengan garnish pilar belakang.
Teknologi baru yang disertai pada mobil ini adalah Integrated Control (I-CON). Salah satu fungsinya mengontrol AC, selektor mode mengemudi: Normal (kondisi sehari-hari) Sport (cepat) cepat dan Eco (irit).
Oleh karena dipasarkan secara global Nissan menyediakan tiga mesin untuk Juke. Mesin 1,6 liter dan 1,6 liter turbocharger dengan sistem injeksi langsung. Untuk Eropa ditawarkan pula mesin diesel 1,5 liter yang sudah mencapai standar emisi Euro5.
Untuk transmisi, ditawarkan pilihan, manual 6-percepatan dan otomatik CVT khas Nissan dengan pengoperasian mode Sport. (Kompas.com)
Monday, April 26, 2010
Zero Emission
Nissan Tahun 2012 Zero Emision. Stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU yang mengisi premium, solar, dan sejenisnya lambat laun akan segera berakhir. Sebagai gantinya, kelak akan ada "SPBU" yang mengisi listrik untuk mobil listrik.
Tidak akan terlalu lama. Tidak dalam hitungan abad ataupun puluhan tahun. Produsen mobil asal Jepang, Nissan, misalnya, tahun 2012 mendatang akan meluncurkan secara massal mobil listrik. Seratus persen listrik. Bukan hibrida yang merupakan perpaduan dengan bahan bakar dari fosil. Oleh karena itu, Nissan berani mengatakan produksinya sebagai zero emision, tanpa emisi sama sekali.
Mobil listrik produksi Nissan tersebut kini sudah dalam tahap uji coba. Ada beberapa tipe. Namun, yang membuatnya terasa unik adalah mobil tersebut, baik model, ukuran, maupun kapasitas penumpangnya, persis sama dengan mobil lain yang berbahan bakar dari fosil.
"Kami ingin melakukan perubahan, tetapi tetap menjaga agar pelanggan senantiasa merasa nyaman," kata Andy Palmer, Senior Vice President Product Planning, Program Management and Market Intelligence Nissan Motor Co Ltd di Yokohama Jepang, awal Agustus lalu. Soal harga jual, dia belum berani menyebutkan.
Perubahan iklim
Kehadiran mobil listrik ini memang merupakan tuntutan dunia. Seiring dengan pemanasan global dan perubahan iklim, semua pihak diminta untuk "mengerem" pemanasan global antara lain dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Nissan Motor meresponsnya dengan memproduksi mobil listrik. "Mau tidak mau, pada masa mendatang listrik akan menjadi sumber energi dunia yang sangat diandalkan," kata Chief Operating Officer Nissan Motor Co Ltd Toshiyuki Shiga.
Di sisi lain, energi listrik bisa diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari tenaga air, matahari, gas alam, tenaga angin, panas bumi, bahkan nuklir. Mendapatkan listrik pun tidak sulit, bisa di mana saja, termasuk di rumah tangga.
Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan Nissan langsung "meloncat" dengan memproduksi mobil listrik. Tanpa melalui mobil hibrida terlebih dahulu. Nissan memang berupaya serius menjadi produsen mobil pertama yang memproduksi mobil listrik secara massal.
Dalam uji coba di Yokohama, Jepang, awal Agustus lalu, mobil listrik tersebut melaju kencang tanpa suara dengan kecepatan 140 kilometer per jam. Mobil tersebut mampu menempuh perjalanan sejauh kira-kira 150 kilometer sebelum baterai dicharge ulang.
Kekhawatiran yang terjadi selama ini, antara lain daya jelajah mobil listrik terbatas karena persediaan tenaga listrik di baterai juga sangat terbatas. Nissan menjawabnya dengan membuat charger baterai yang mudah dilakukan di mana pun, termasuk di rumah.
Jika dilakukan di tempat pengisian baterai atau "SPBU" khusus baterai, waktu yang diperlukan sekitar dua jam. Namun, seiring dengan meningkatnya kualitas baterai lithium-ion modern, waktu pengisian baterai kelak hanya membutuhkan waktu 20 menit-30 menit.
Pengisian baterai juga bisa dilakukan di mana saja. Selain di "SPBU" khusus, pengisian juga bisa dilakukan di rumah makan, pusat perbelanjaan, toko buku, atau tempat-tempat umum lainnya yang menyediakan charger baterai. "Saat pengemudi beristirahat dan mobil diparkir, baterai mobil akan terisi," kata Teddy Irawan, Direktur Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia.
Fenomena ini sekaligus merupakan peluang usaha baru karena "SPBU" listrik tak membutuhkan tempat luas dan modal besar seperti SPBU konvensional saat ini.
Tren dunia tentang penggunaan mobil listrik tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia. Saat negara lain sudah berlimpah listrik, tak semestinya Indonesia yang berlimpah berbagai sumber energi justru mengeluh kekurangan listrik. [ kompas ]
Tidak akan terlalu lama. Tidak dalam hitungan abad ataupun puluhan tahun. Produsen mobil asal Jepang, Nissan, misalnya, tahun 2012 mendatang akan meluncurkan secara massal mobil listrik. Seratus persen listrik. Bukan hibrida yang merupakan perpaduan dengan bahan bakar dari fosil. Oleh karena itu, Nissan berani mengatakan produksinya sebagai zero emision, tanpa emisi sama sekali.
Mobil listrik produksi Nissan tersebut kini sudah dalam tahap uji coba. Ada beberapa tipe. Namun, yang membuatnya terasa unik adalah mobil tersebut, baik model, ukuran, maupun kapasitas penumpangnya, persis sama dengan mobil lain yang berbahan bakar dari fosil.
"Kami ingin melakukan perubahan, tetapi tetap menjaga agar pelanggan senantiasa merasa nyaman," kata Andy Palmer, Senior Vice President Product Planning, Program Management and Market Intelligence Nissan Motor Co Ltd di Yokohama Jepang, awal Agustus lalu. Soal harga jual, dia belum berani menyebutkan.
Perubahan iklim
Kehadiran mobil listrik ini memang merupakan tuntutan dunia. Seiring dengan pemanasan global dan perubahan iklim, semua pihak diminta untuk "mengerem" pemanasan global antara lain dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Nissan Motor meresponsnya dengan memproduksi mobil listrik. "Mau tidak mau, pada masa mendatang listrik akan menjadi sumber energi dunia yang sangat diandalkan," kata Chief Operating Officer Nissan Motor Co Ltd Toshiyuki Shiga.
Di sisi lain, energi listrik bisa diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari tenaga air, matahari, gas alam, tenaga angin, panas bumi, bahkan nuklir. Mendapatkan listrik pun tidak sulit, bisa di mana saja, termasuk di rumah tangga.
Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan Nissan langsung "meloncat" dengan memproduksi mobil listrik. Tanpa melalui mobil hibrida terlebih dahulu. Nissan memang berupaya serius menjadi produsen mobil pertama yang memproduksi mobil listrik secara massal.
Dalam uji coba di Yokohama, Jepang, awal Agustus lalu, mobil listrik tersebut melaju kencang tanpa suara dengan kecepatan 140 kilometer per jam. Mobil tersebut mampu menempuh perjalanan sejauh kira-kira 150 kilometer sebelum baterai dicharge ulang.
Kekhawatiran yang terjadi selama ini, antara lain daya jelajah mobil listrik terbatas karena persediaan tenaga listrik di baterai juga sangat terbatas. Nissan menjawabnya dengan membuat charger baterai yang mudah dilakukan di mana pun, termasuk di rumah.
Jika dilakukan di tempat pengisian baterai atau "SPBU" khusus baterai, waktu yang diperlukan sekitar dua jam. Namun, seiring dengan meningkatnya kualitas baterai lithium-ion modern, waktu pengisian baterai kelak hanya membutuhkan waktu 20 menit-30 menit.
Pengisian baterai juga bisa dilakukan di mana saja. Selain di "SPBU" khusus, pengisian juga bisa dilakukan di rumah makan, pusat perbelanjaan, toko buku, atau tempat-tempat umum lainnya yang menyediakan charger baterai. "Saat pengemudi beristirahat dan mobil diparkir, baterai mobil akan terisi," kata Teddy Irawan, Direktur Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia.
Fenomena ini sekaligus merupakan peluang usaha baru karena "SPBU" listrik tak membutuhkan tempat luas dan modal besar seperti SPBU konvensional saat ini.
Tren dunia tentang penggunaan mobil listrik tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia. Saat negara lain sudah berlimpah listrik, tak semestinya Indonesia yang berlimpah berbagai sumber energi justru mengeluh kekurangan listrik. [ kompas ]
BIG Discount
Meneruskan ke-Suksesan acara Showroom Event tgl 24-25 April 2010 kemarin maka Nissan Cirebon memutuskan untuk meneruskan Program Bonus dan Discount serta Bunga Rendah periode Mei 2010.
Jadi.....Tunggu apalagi!Segera kunjungi Showroom kami di Jl. Pasuketan No.9,Cirebon.
Untuk informasi lebih lanjut:
Jonatan
Marketing Division
0818203039/ E-mail: jonatan.lewi@indomobil-nissandealer.com
Jadi.....Tunggu apalagi!Segera kunjungi Showroom kami di Jl. Pasuketan No.9,Cirebon.
Untuk informasi lebih lanjut:
Jonatan
Marketing Division
0818203039/ E-mail: jonatan.lewi@indomobil-nissandealer.com
Saturday, April 24, 2010
Friday, April 23, 2010
Nissan March Dipasarkan di Indonesia Akhir Tahun Ini
JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil kecil atau eco-car untuk ASEAN baru saja diluncurkan Nissan di Thailand bulan lalu. Menurut Nissan Motor Indonesia atau NMI, mobil ini akan masuk ke Indonesia pada akhir tahun. Hal tersebut dinyatakan oleh Teddy Irawan, Deputy Direktur Pemasaran NMI, kemarin. Kendati di Thailand dijual dengan harga antara Rp 106 juta dan Rp 155 juta, Tedy belum bisa memberikan perkiraan harga March.
Kemungkinan, Nissan Motor Indonesia akan memajangnya di Indonesia International Motor Show 2010 yang akan digelar minggu terakhir Juli mendatang agar konsumen Indonesia bisa melihat mobil ini secara langsung.
Kemungkinan, Nissan Motor Indonesia akan memajangnya di Indonesia International Motor Show 2010 yang akan digelar minggu terakhir Juli mendatang agar konsumen Indonesia bisa melihat mobil ini secara langsung.
Subscribe to:
Posts (Atom)
